hujan sore ini mengingatkanku akan hadirnya sesuatu, seuatu yang dingin nan indah pernah membasahi lapisan kulit kering tubuhku ini. kala itu aku tersadar. kehadirannya dalam hidupku sama saat seperti tetesan air hujan itu mulai membasahi kulit kering ini. saat hati ini mulai gersang, di tinggal oleh si tanaman pujaan yang mengisi tanah kosong dalam hati ini selama 3 tahun. sosok itu sama seperti hujan, baru. ia datang memberikan kesegaran. kesegaran yang lebih hebat dari sejuknya sang tanaman. namun aku tak pernah tau mengapa aku selalu membenci hujan yang selalu membasahi ladang gersang ini. padahal tulusnya dia membuat lladangku tak tandus lagi. saat aku mulai merindukan hujan, aku tersadar bahwa aku kehilangan hujanku. di tiap hariku tak pernah akan ada lagi hujan. mulai tersadar saat cinta kasih yang selalu tulus untukmu kini mulai perlahan menghilang\