Postingan

Merapi / 27-28 Sept 14 / Koala / part3

Naaah kan sebelum turun ke lapangan pasar bubrah kita nyari nyari nih dimana mas ali,mas dimas, embun, najib, kecap, sama sena. Susaaaaahny nyari mereka soalnya pendaki banyaaak banget di pasar bubrah. Tiba tiba najib sama embun lewat noh di depan sana dan mereka teriakin kita bertiga. Oke kita bertiga turun ke sana dan ke camp koala. Nah karena ane perempuan sendiri di rombongan, mulai deh jadi babu. Masak gaaaan. Di camp kita masak roti bakar mentega pakek flaaa. Biasa kan. Tapi nikmatnyaaaa luar biasa. Kita disini berasa jadi chef handal gaes. Masak sambil rotinya dilempar lempar dari teflon. Habis sarapan, ane pikir kita langsung mau turun nih kebawah. Tapi perkiraan ane salah!!! Kecap embun mas dimas mas yapi najib sama sena mau naik ke puncak! Keatas sana noh. Dan diperkirakan waktu buat naik bisa 30-60 menitan. Oke aku cuman bisa diem. Jujur aja nih perasaan ane gaenak banget disitu. Oke kalok ente tau aja nih, ane berasa di luar batas kenyamanan. Yaaah karena disitu banyak seka...

Merapi / 27-28 Sept 14 / Koala / part2

Yah walaupun begitu ane bangga lah. Setidaknya ada pembuktian kalok wanita itu juga strong! Oke masihdalam keadaan ngantuk kita semua keluar dr beskem dan melakukan pendakian. Yu noooo?! Ternyata jalannya nanjaaaak puoool!!!! Dari beskem sampek gerbang kita berasa naik ribuan anak tangga yang berdebu . Yap! Berdebu... Seperti biasa, ini dada kaga mau diajak kompromi, nyeseeeknya kebangetan. Did yu no? Sialnya ane setiap ane ikut ngecamp, pasri dpt gunung yang NANJAK EKSTREM! Dan ane cuman diharuskan untuk bertahan dan berdoa. Semoga kuat sampek diatas. Perjalanan dari basecamp ke pasar bubrah makan waktu 4jam gaes. Ya mungkin bisa lebih cepet kalok ane ga kebanyakan duduk leren:(. Mau gimana lagi gaes, sore lu baru selese pramuka kan. Terus naik motor jauh. Terus hbs bangun tidur suruh jalan nanjak dan kena udara dingin yang we o we banget!. Perut mules, kepala pusing, dada sesek. Pokonya bikin kaga semangat. Belum lagi trek nya. Debunya subhanallah sekali:( bikin upil jadi item Heh...

Merapi / 27-28 Sept 14 / Koala / part1

Haloooo. Hari ini spesial ane gamau galau galau gamau menangis nangis merintih kesakitaaaan di sini. Tapi mau sharing tentang pendakian ane sama anak anak KOALA! Koala itu nama Pecinta Alam di sekolah ane gan. Awalnya cuman komunitas kecil dan jarang diminati, tapi mulai angkatan ane kelas 2, komunitas ini mulai agak bercahaya. Dan senakin berkilau saat ane dan temen2 seangkatan masuk ke kelas 3. Yap. Sore tanggal 26, biasa koala ngadain rapat mingguan gitu. Tapi karena hari itu seruangan padet diisiin anak junior dan ada temen ane yang cuman mau tebar glitter pesona tampang, berlagak sok di depan junior, karena itu ane memutuskan untuk keluar dan izin pulang duluan. Yaaah pdhl sih ane malah bikin desain banner sm temen lain di lobby sekolah. Pas udah agak maleman, ane coba nge cek hape. Yaah nge cek chat di koala lah. Isinya mau pada ndaki besok sore sampek minggu pagi. Awalnya ane ga niat nih,tapi sewaktu hari sabtu sore pas masih ada ekskul pramuka, ane ngeliat si embun (nama sam...

Ah cuman tulisan gabermakna

Pernah sakit? Sakit hati maksudnya. Gimana? Rasanya kayak di ati di gores gores kan. Lebih parah lagi kalok habis di gores dikasih jeruk nipis dan garam. Oke ini bukan film sadis. Oke. Oke. Pernah salah temenan? Atau mungkin natural nya apa ya. Pernahkah kamu ditempatkan pada kondisi yang awalnya sangat membuat bahagia namun perlahan kamu dikondisikan pada sebuah kejadian menyakitkan. Saat kebusukan sesuatu tercium. Saat kamu benar benar muak saat itu. Apa yang bisa kamu lakukan selain marah? Marah yang ditahan yang selalu aku lakukan. Sampai di dada terasa sesak pun aku takpeduli. Melakukan hal ini agar orang lain tetap merasa menang atas pendiriannya. Dan menangis untuk melegakkan nafas. Kenapa engkau bertindak seperti itu? Karena aku takmau menyakiti orang lain. Sudah cukup rasa egois dan amarah untuk aku saja. Jangan biarkan orang lain atau teman kita mendapat impact dari emosi kita. Apabila kita sebagai teman berselisih dan berdebat. Sesungguhnya aku hanya bisa tersenyum dan.......

Karena aku......

Selamat malam lelaki baik. Apa kabar? Semoga senantiasa sehat wal afiat. Beberapa hari menahan untuk tidak menghubungimu adalah salah satu hal berat yang harus aku jalani untuk memantaskan diri bersanding denganmu. Menahan hal ini bukanlah tanpa suatu alasan. Melainkan masih ada perdebatan dalam diri ini. Berdebat antara logika akal sehat dan cara kerja hati wanita. Antara menahan sakit dan.. Sudahlah. Pertanyaan "Apakah kabar kamu dengan dia itu benar" masih terpontang panting di otakku. Mereaksikan hati, merasa kegalauan yang hebat. Untuk bertanya hal itu sangat berat untukku. Bukannya aku takut. Hanya saja kupikir aku tidak berhak bertanya hal itu. Namun semakin lama aku menunda pertanyaan ini, semakin tidak jelas arahku melangkah. Antara aku harus tetap maju memantaskan diri untukmu atau aku hurus mundur teratur karena kamu, atau mungkin hatimu sudah dipantaskan wanita lain. Atau engkau sudah memilih wanita lain. Yang notabennya dia lebih baik dariku. Orang orang did...

Baca aja dulu kali aja kita jodoh.

Jam dindingku masih berputar juga. Jarumnya masih mengarah angka 13. Walaupun jarum itu tahu, dia tak akan pernah menemukan angka 13 di lingkarannya. Namun dia tetap berputar. Mnurut kalian apakah itu sia sia? Atau kah itu hanyalah usaha yang tidak membuahkan hasil? Entahlah hanya tuhan yang tahu. Sama halnya seperti aku, asumsikan aku sebagai jarum jam dan kamu adalah angka 13. Aku berusaha sekuat tenaga untuk mencarimu, mendapatkanmu. Ingin sekali rasanya jarum jam itu berputar melintasi angka 13. Lingkaran itu 360derajat. Hanya layak di bagi menjadi 12. Dengan selang 5 garis kecil di tepian lingkaran sebagai penanda menit. Apa artinya? Aku sepertinha hanya berputar mencarimu. Berusaha sendiri untuk menemukanmu di lingkaran kehidupanku. Namun sepertinya momen menemukanmu itu tidak akan pernah terjadi. Walaupun banyak angka 13 di luaran lingkaran jam ini. Sama halnya kamu. Kamu ada dimana setiap temanmu ada untukmu. Tak seperti aku. Berputar di lingkaranku sendiri. Namun apakah jaru...

Sedikit bernafas lega...

Memang, ada saatnya saat seseorang sepertiku ini punya rasa. Rasa ya yang aneh. Maksutku, aku selalu merasa resah gelisah saat tiada orang bersamaku. Bukan berarti aku tipikal orang yang tak mau sendiri. Tapi. Ini hanyalah sebuah masalah kecil namun apabila tak dibahas bisa membesar. Meledak boleh jadi. Komunikasi. Kenapa sih? Saat kita bertemu, aku diam kamu diam. Saling gugup. Mungkin karna takada bahasan dalam obrolan? Namun, sejujurnya di hati ini masih ada banyak hal yang ingin kubagi denganmu. Namun rasanya berat. Entah mengapa saat bersama mu aku merasa nyaman. Namunsetelah itu muncul perasaan bahwa aku bukan orang yang kamu inginkan. Mungkin karena aku bukan gadis cantik. Atau aku bodoh? Atau aku pernah menyakitimu? Aku merasa bahwa dirimu kurang nyaman bersamaku. Tapi aku cinta kamu. Tapi ini semua bisa dibilang cinta kalau aku peduli dan kamu peduli. Aku berjuang dan kamu berjuang. Tapi? Aku merasa hanya aku yang peduli kamu. Hanya aku yang berjuang untukmu. Untuk kita. ...