Entahlah
Bertemu, melihat (sebentar) dan berlalu begitu saja. Proud of you dude. Konsisten. Nepatin semua perintahku untuk menjauh. Menjauh benar benar menjauh.
Beberapa kali engkau berlalu didepanku, bukan apa apa. Karena aku tau, tidak akan ada tegur sapa atau setidaknya.. Sudi melihat? Ah entahlah.. Ini bukan perasaan yang bisa menggoyahkan tembokku untuk membatasi kita. Maksudku aku dan kamu dan belum pernah menjadi kita. Taukah kamu? Bangunan ini semakin lama semakin tinggi dan tebal. Membatasi segalanya. Mungkin satu tahun lagi tembok ini benar benar menjadi greatwall yang pernah ku bangun untuk sesorang. Dan tembok itu tergambar seluruh perasaanku untukmu. Aku tak tau apa itu cinta atau benci. Tapi aku menganggap aku cukup membencimu. Aku tidak pernah takut menggoreskan kuasku pada tembok tebalku. Warna hitam akan berubah menjadi putih. Suatu saat. Saat hujan kesadaranku atas seluruh perasaanku sudah turun. Yang terpenting, aku membencimu. Manusia kurang beruntung. Mendapatkan cinta seorang singa sepertiku tidaklah mudah. Hancurkanlah bentengku yang sudah ku buat! Kuatkah? Kuyakin tidak. Sebelum satu hal hebat membuat bentengku hancur. Kiamat!
Komentar
Posting Komentar